A. Pengertian
Bisnis dan Jenis Bisnis
• Pengertian
Bisnis
Bisnis adalah suatu organisasi yang
menjaual barang atau jasa kepada konsumen dengan tujuan untuk mendapatkan laba.
Kata bisnis berasal dari bahasa inggris yaitu busines. Dari kata dasar busi
yang yang berarti “sibuk” sibuk dalam artian mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan.
Beberapa pengertian bisnis menurut para
ahli :
1. Griffin dan Ebert (1996)
“Business is all those activities involved
in providing the goods and services needed or desired by people”. Dalam
pengertian ini bisnis sebagai aktifitas yang menyediakan barang atau jasa yang
diperlukan atau diinginkan oleh konsumen. Dapat dilakukan oleh organisasi
perusahaan yang memilki badan hukum, perusahaan yang memiliki badan usaha,
maupun perorangan yang tidak memilki badan hukum maupun badan usaha seperti
pedagang kaki lima, warung yang tidak memiliki Surat Izin Tempat Usaha (SITU)
dan Surat Izin Tempat Usaha (SIUP) serta usaha informal lainnya.
2. Huat, T Chwee (1990)
Bisnis dalam arti luas adalah istilah umum
yang menggambarkan semua aktifitas dan institusi yang memproduksi barang &
jasa dalam kehidupan sehari-hari. Bisnis sebagai suatu sistem yang memproduksi
barang dan jasa untuk memuaskan kebutuhan masyarakat (bussinessis then simply a
system that produces goods and service to satisfy the needs of our society.
3. Allan Afuah (2004)
Bisnis ialah suatu kegiatan usaha individu
yang terorganisasi untuk menghasilkan dan menjual barang dan jasa guna
mendapatkan keuntungan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dan ada dalam
industri. Orang yang mengusahakan uang dan waktunya dengan menanggung resiko
dalam menjalankan kegiatan bisnis disebut Entrepreneur.
• Jenis-Jenis
Bisnis
1. Monopsoni
Monopsoni, adalah keadaan dimana satu
pelaku usaha menguasai penerimaan pasokan atau menjadi pembeli tunggal atas
barang dan/atau jasa dalam suatu pasar komoditas.Kondisi Monopsoni sering
terjadi didaerah-daerah Perkebunan dan industri hewan potong (ayam), sehingga
posisi tawar menawar dalam harga bagi petani adalah nonsen. Perlu diteliti
lebih jauh dampak fenomena ini, apakah ada faktor-faktor lain yang menyebabkan
Monopsoni sehingga tingkat kesejahteraan petani berpengaruh.
2. Oligopoli
Pasar oligopoli dari segi bahasa berasal
dari kata olio yang berarti beberapa dan poli yang artinya penjual adalah pasar
di mana penawaran satu jenis barang dikuasai oleh beberapa perusahaan. Umumnya
jumlah perusahaan lebih dari dua tetapi kurang dari sepuluh.
Dalam pasar oligopoli, setiap perusahaan
memosisikan dirinya sebagai bagian yang terikat dengan permainan pasar, di mana
keuntungan yang mereka dapatkan tergantung dari tindak-tanduk pesaing mereka.
Sehingga semua usaha promosi, iklan, pengenalan produk baru, perubahan harga,
dan sebagainya dilakukan dengan tujuan untuk menjauhkan konsumen dari pesaing
mereka.
Praktik oligopoli umumnya dilakukan sebagai
salah satu upaya untuk menahan perusahaan-perusahaan potensial untuk masuk ke
dalam pasar, dan juga perusahaan-perusahaan melakukan oligopoli sebagai salah
satu usaha untuk menikmati laba normal di bawah tingkat maksimum dengan
menetapkan harga jual terbatas, sehingga menyebabkan kompetisi harga di antara
pelaku usaha yang melakukan praktik oligopoli menjadi tidak ada.
Struktur pasar oligopoli umumnya terbentuk
pada industri-industri yang memiliki capital intensive yang tinggi, seperti,
industri semen, industri mobil, dan industri kertas.
Dalam Undang-undang No. 5 Tahun 1999,
oligopoli dikelompokkan ke dalam kategori perjanjian yang dilarang, padahal
umumnya oligopoli terjadi melalui keterkaitan reaksi, khususnya pada
barang-barang yang bersifat homogen atau identik dengan kartel, sehingga
ketentuan yang mengatur mengenai oligopoli ini sebaiknya digabung dengan
ketentuan yang mengatur mengenai kartel
3. Pasar monopoli
Pasar monopoli (dari bahasa Yunani: monos,
satu + polein, menjual) adalah suatu bentuk pasar di mana hanya terdapat satu
penjual yang menguasai pasar. Penentu harga pada pasar ini adalah seorang
penjual atau sering disebut sebagai "monopolis".
Sebagai penentu harga (price-maker),
seorang monopolis dapat menaikan atau mengurangi harga dengan cara menentukan
jumlah barang yang akan diproduksi; semakin sedikit barang yang diproduksi,
semakin mahal harga barang tersebut, begitu pula sebaliknya. Walaupun demikian,
penjual juga memiliki suatu keterbatasan dalam penetapan harga. Apabila
penetapan harga terlalu mahal, maka orang akan menunda pembelian atau berusaha
mencari atau membuat barang subtitusi (pengganti) produk tersebut atau —lebih
buruk lagi— mencarinya di pasar gelap (black market).
4. Oligopsoni
Oligopsoni, adalah keadaan dimana dua atau
lebih pelaku usaha menguasai penerimaan pasokan atau menjadi pembeli tunggal
atas barang dan/atau jasa dalam suatu pasar komoditas.
B. Tujuan Kebijakan Bisnis
1. Melindungi usaha kecil dan menengah.
Kebijakan bisnis dibuat
untuk melindungi usaha kecil dan menengah, karena mayoritas bisnis di Negara
kita ini di dominasi oleh usaha-usaha menengah ke atas. Kebijakan ini berguna u
ntuk mencegah usaha kecil tersingkir dan tidak mempunyai lahan atau wilayah
berusaha. Padahal justru usaha kecil ini yang perlu dikembangkan sehingga bisa
menjadi lebih besar dan mempunnyai daya saing.
2. Melindungi lingkungan hidup sekitarnya.
Melakukan bisnis atau
usaha di Negara kita ini memiliki aturan, dan itu diharuskan. Aturan tersebut
antara lain adalah tujuannya untuk tidak merusak atau memberi dampak negative
kepada lingkungan hidup sekitar wilayah tempat usaha tersebut.Tidak dibenarkan
jika membuang limbah ke tempat yang dimanfaatkan oleh penduduk sekitar, seperti
sungai. Dengan adanya kebijakan ini, maka para pebisnis juga akan
meminimalisasikan dampak negative yang nantinya akan berimbas kepada penduduk dan
lingkungan hidup sekitarnya.
3. Melindungi konsumen.
Bisnis yang baik adalah
usaha bisnis yang mementingkan pelayanan kepada konsumen. Konsumen adalah raja
yang perlu dilindungi. Konsumen jangan sampai dirugikan atau dikecewakan oleh
karena mengkonsumsi jasa atau barang yang diproduksi dari para pebisnis
tersebut. Segala yang diberikan kepada konsumen haruslah yang terbaik dan
pelayannya pun harus prima. Jika konsumen merasa dilindungi dan mendapatkan
yang terbaik dari para pebisnis tersebut, konsumen tidak segan-segan bekerja
sama kembali.
4. Pendapatan pemerintah.
Banyaknya bisnis yang
beroperasi di Negara kita ini tentunya juga memberikan keuntungan bagi Negara
kita juga. Bisnis yang beroperassi memiliki kewajiban untuk membayar pajak
kepada pemerintah. Inilah yang sering kita sebut dengan devisa. Semakin banyak
untung/laba yang diperoleh suatu uasaha bisnis, semakin besar pula ia harus
membayar pajak Negara demikian sebaliknya. Devisa yang diperoleh tersebut
digunakan lagi oleh pemerintah untuk melakukan pembangunan di tiap-tiap wilayah
di Negara kita ini. Namun sering terjadi penyelewengan terhadap uang yang
seharusnya menjadi hak rakyat ini ( korupsi ).
C. Sistem Perekonomian dan Sistem Pasar
Sistem perekonomian adalah sistem yang
digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya
baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut. Perbedaan mendasar
antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya adalah bagaimana
cara sistem itu mengatur faktor produksinya. Dalam beberapa sistem, seorang
individu boleh memiliki semua faktor produksi. Sementara dalam sistem lainnya,
semua faktor tersebut di pegang oleh pemerintah. Kebanyakan sistem ekonomi di
dunia berada di antara dua sistem ekstrim tersebut.
a.
Perekonomian
pasar bergantung pada kapitalisme dan liberalisme untuk menciptakan sebuah
lingkungan di mana produsen dan konsumen bebas menjual dan membeli barang yang
mereka inginkan (dalam batas-batas tertentu). Sebagai akibatnya, barang yang
diproduksi dan harga yang berlaku ditentukan oleh mekanisme
penawaran-permintaan.
b.
Perekonomian
pasar campuran atau mixed market economies adalah gabungan antara sistem
perekonomian pasar dan terencana. Menurut Griffin, tidak ada satu negara pun di
dunia ini yang benar-benar melaksanakan perekonomian pasar atau pun terencana,
bahkan negara seperti Amerika Serikat. Meskipun dikenal sangat bebas,
pemerintah Amerika Serikat tetap mengeluarkan beberapa peraturan yang membatasi
kegiatan ekonomi. Misalnya larangan untuk menjual barang-barang tertentu untuk
anak di bawah umur, pengontrolan iklan (advertising), dan lain-lain. Begitu
pula dengan negara-negara perekonomian terencana. Saat ini, banyak
negara-negara Blok Timur yang telah melakukan privatisasi—pengubahan status
perusa.
E. Unsur-unsur Penting dalam Aktivasi Ekonomi
1. Keinginan Manusia
Keinginan Manusia
merupakan unsur terpenting dalam aktivitas ekonomi karena manusia memiliki
keinginan yang membuat mereka dapat berpikir keras untuk memenuhi keinginannya
tersebut. Seperti keinginan untuk berhasil di bidang bisnis. Manusia akan
mencari cara agar pruduk yang mereka ciptakan dapat diterima dengan baik oleh
masyarakat.
2. Sumber Daya
Sumber daya merupakan hal
terpenting ke dua dalam aktivitas ekonomi. Karena sumber daya juga merupakan
kunci dalam memperoleh kesuksesan dalam bidang ekonomi. Contohnya saja seorang
yang ingin memulai usaha warnet namun, ia tidak mengerti tentang jaringan
internet atau-pun komputer itu sendiri. Maka itu bias menyebabkan ketidak
nyamanan para pelanggannya ketika terjadi gangguan. Maka seharusnya pemilik
harus memiliki sumber daya manusia yang cukup.
3. Cara-cara berproduksi ( Tehniques Of
Production)
Cara pembuatan barang
pada umumnya berada di luar bidang ekonomi, tetapi persoalan barang-barang dan
atau jasa-jasa apa yang harus di produksi, berapa banyak barang atau jasa yang
harus diproduksi dan cara-cara mana yang di gunakan untuk memproduksi barang
dan jasa tersebut sehingga mencapai pembiayaan yang minimal dan hal tersebut
adalah termasuk bidang ekonomi dan merupakan pesoalan-persoalan yang harus
diperhatikan oleh ahli-ahli ekonomi.
F. Hakikat Bisnis
Adalah Kebutuhan Manusia
yang berupa barang dan jasa yang harus terpenuhi kebutuhannya dengan usaha
mendapatkan alat pembayarannya yaitu uang atau tukar-menukar barang (barter)
yang saling menguntungkan antar kedua belah pihak.
G. 4 Alasan Mengapa Belajar Bisnis
Jika ingin menambah
penghasilan sampingan, maka perlu mempertimbangkan untuk bisa memulai sebuah
bisnis. Berikut beberapa alasan mengapa perlu memulai bisnis :
1. Mempunyai kebebasan
Pertimbangan pertama
mengapa perlu memulai bisnis adalah mempunyai kebebasan untuk mengambil sebuah
keputusan. Sebagai contoh, dapat menentukan nantinya siapa yang menjadi
karyawan kita dan kapan kita dapat mulai bekerja. Hal ini yang akan membuat kita dapat lebih bersikap mandiri.
2. Membantu untuk belajar
mengelola waktu
Kita dapat belajar
bagaimana mengelola waktu lebih baik. Saat kita memulai bisnis dan melihat
peluang bisnis tersebut merupakan sebuah kesempatan yang tepat bagi kita, maka
kita akan berusaha untuk bagaimana mengatur waktu antara berlibur dengan
keluarga, serta melakukan pekerjaan bisnis yang sedang kita lakukan.
3. Mempunyai waktu
bersama dengan keluarga
Kita mempunyai waktu
untuk bersama dengan keluarga saat mempertimbangkan membuka usaha bisnis baik
seperti di rumah. Kita lebih dekat bersama keluarga meski harus tetap fokus
pada bidang bisnis yang digelutinya.
4. Belajar bagaimana
mengontrol keuangan
Kita belajar bagaimana
untuk mengelola kondisi keuangan. Dengan belajar, berbisnis merupakan salah
satu cara yang dapat membantu untuk mengontrol cashflow kita.
Sumber Didapat Dari :
http://id.wikipedia.org/wiki/Monopsoni
http://id.wikipedia.org/wiki/Oligopoli
Tidak ada komentar:
Posting Komentar