Kamis, 19 Mei 2016
Jumat, 22 April 2016
Tugas Perekonomian Indonesia
Nama : Khansa Hidayah Fakhriyani
NPM : 2A213869
SISTEM EKONOMI INDONESIA
A. Pengertian Sistem
Sistem berasal dari bahasa Latin (systēma) dan bahasa Yunani
(sustēma) adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang
dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi untuk
mencapai suatu tujuan. Istilah ini sering dipergunakan untuk menggambarkan
suatu set entitas yang berinteraksi, di mana suatu model matematika seringkali
bisa dibuat.
Sistem juga merupakan kesatuan bagian-bagian yang saling
berhubungan yang berada dalam suatu wilayah serta memiliki item-item penggerak,
contoh umum misalnya seperti negara. Negara merupakan suatu kumpulan dari
beberapa elemen kesatuan lain seperti provinsi yang saling berhubungan sehingga
membentuk suatu negara di mana yang berperan sebagai penggeraknya yaitu rakyat
yang berada dinegara tersebut.
Kata "sistem" banyak sekali digunakan dalam
percakapan sehari-hari, dalam forum diskusi maupun dokumen ilmiah. Kata ini
digunakan untuk banyak hal, dan pada banyak bidang pula, sehingga maknanya
menjadi beragam. Dalam pengertian yang paling umum, sebuah sistem adalah
sekumpulan benda yang memiliki hubungan di antara mereka.
B. Sistem Ekonomi dan Sistem Politik
a.
Sistem Ekonomi
Sistem perekonomian adalah sistem yang digunakan oleh suatu
negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu
maupun organisasi di negara tersebut. Perbedaan mendasar antara sebuah sistem
ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya adalah bagaimana cara sistem itu mengatur
faktor produksinya. Dalam beberapa sistem, seorang individu boleh memiliki
semua faktor produksi. Sementara dalam sistem lainnya, semua faktor tersebut di
pegang oleh pemerintah. Kebanyakan sistem ekonomi di dunia berada di antara dua
sistem ekstrem tersebut.
Selain faktor produksi, sistem ekonomi juga dapat dibedakan
dari cara sistem tersebut mengatur produksi dan alokasi. Sebuah perekonomian
terencana (planned economies) memberikan hak kepada pemerintah untuk mengatur
faktor-faktor produksi dan alokasi hasil produksi. Sementara pada perekonomian
pasar (market economic), pasar lah yang mengatur faktor-faktor produksi dan
alokasi barang dan jasa melalui penawaran dan permintaan.
Ø Pengertian Sistem Ekonomi Menurut Pendapat Para Ahli
Terdapat pendapat para ahli yang mendefinisikan pengertian
sistem ekonomi yaitu sebagai berikut :
v Gilarso (1992: 486) : Menurut pendapat Gilarso, pengertian sistem ekonomi adalah keseluruhan
tata cara untuk mengoordinasikan perilaku masyarakat (para produse, konsumen,
pemerintah, bank, dan sebagainya) dalam menjalankan kegiatan ekonomi (produksi,
distribusi, konsumsi, investasi, dan sebagainya) sehingga terbentuk satu
kesatuan yang teratur dan dinamis, dan kekacauan dapat dihindari.
v Gregory Grossman dan M. Manu : Menurut Gregory Grossman dan M. Manu, pengertian sistem
ekonomi adalah sekumpulan komponen-komponen atau unsur-unsur yang terdiri dari
atas unit-unit dan agen-agen ekonomi, serta lembaga-lembaga ekonomi yang bukan
saja saling berhubungan dan berinteraksi melainkan juga sampai tingkat tertentu
yang saling menopang dan mempengaruhi.
v McEachern :
Pengertian sistem ekonomi menurut McEachern adalah seperangkat mekanisme dan
institusi untuk menjawab pertanyaan apa, bagaimana , dan untuk siapa barang dan
jasa diproduksi (what, how, dan for whom).
v Chestesr A Bermand : Menurut Chester A Bermand, pengertian sistem ekonomi adalah suatu
kesatuan yang terpadu yang secara kolestik yang di dalamnya ada bagian-bagian
dan masing-masing bagian memiliki ciri dan batas tersendiri.
v Dumatry (1996)
: Pengertian sistem ekonomi menurut Dumatry adalah suatu sistem yang mengatur
dan terjalin hubungan ekonomi antar sesama manusia dengan seperangkat
kelembagaan dalam suatu ketahanan.
Ø Fungsi Sistem Ekonomi
Dari berbagi sistem ekonomi yang ada di dunia ini mempunyai
fungsi dalam perekonomian, di antaranya adalah sebagai berikut :
1.
Menyediakan
perangsang untuk berproduksi
2.
Menyediakan
cara/metode untuk mengkoordinasi kegiatan individu dalam suatu perekonomian
3.
Menyediakan
mekanisme tertentu agar pembagian hasil produksi di antara anggota masyarakat
dapat terlaksana sebagaimana mestinya.
Ø Kriteria Sistem Ekonomi
Setiap negara pasti mendambakan pertumbuhan ekonomi yang baik
dan stabil. Agar cita-cita tersebut dapat terwujud terdapat kriteria-kriteria
yang dimiliki apabila suatu sistem ekonomi dapat dikatakan relatif baik adalah
sebagai berikut :
1.
Apakah
sistem ekonomi yang bersangkutan memberikan kemungkinan untuk mencapai standar
kehidupan yang tinggi?
2.
Apakah
memungkinkan bagi suatu pertumbuhan ekonomi yang stabil?
3.
Apakah
sistem ekonomi tersebut menghormati kebebasan ekonomi para individu secara
wajar?
4.
Apakah
sistem perekonomian tersebut memberikan kepastian ekonomi bagi seluruh anggota
masyarakat?
5.
Apakah
sistem ekonomi tersebut menghasilkan barang-barang dan jasa-jasa yang sesuai
dengan kebutuhan para konsumen?
6.
Apakah
sistem ekonomi tersebut menunjukan adanya pembagian pendapatan yang memadai?
Ø Macam-Macam Sistem Ekonomi
Terdapat berbagai macam sistem ekonomi yang dianut di
berbagai negara di dunia ini antara lain sebagai berikut...
1.
Sistem Ekonomi Tradisional :
Sistem ekonomi tradisional ialah suatu sistem ekonomi dalam organisasi
kehidupan ekonomi berdasarkan kebiasaan, tradisi masyarakat secara
turun-temurun yang mengandalkan faktor produksi apa adanya.
a.
Ciri-ciri sistem ekonomi tradisional
·
Belum
terdapat pembagian kerja yang jelas.
·
Bergantung
pada sektor pertanian/agraris.
·
Memiliki
ikatan tradisi sifatnya kekeluargaan, sehingga bersifat kurang dinamis.
·
Teknologi
produksi sederhana.
b.
Kebaikan sistem ekonomi tradisonal
·
Menimbulkan
rasa kekeluargaan dan kegotongroyongan masing-masing individu dalam memenuhi
kebutuhan hidupnya.
·
Pertukaran
secara barter dilandasi rasa kejujuran daripada mencari keuntungan.
c.
Keburukan sistem ekonomi tradisional
·
Masyarakat
dengan pola pikir statis
·
Hasil
produksi yang terbatas sebab hanya menggantungkan faktor produksi alam dan
tenaga kerja secara apa adanya.
2.
Sistem Ekonomi Terpusat/Komando
(Sosialis) : Sistem ekonomi terpusat adalah sistem
ekonomi di mana pemerintah memiliki kekuasaan yang dominan pada pengaturan
kegiatan ekonomi. Penguasaan dilakukan melalui pembatasan-pembatasan terhadap
kegiatan ekonomi yang dikerjakan oleh anggota masyarakat. Negara yang menganut
sistem ekonomi terpusat antara lain: Rusia, RRC, dan negara-negara Eropa Timur
(bekas negara Uni Soviet).
a.
Ciri-ciri sistem ekonomi terpusat
·
Seluruh
kegiatan perekonomian diatur dan ditetapkan oleh pemerintah baik dari produksi,
distribusi, dan konsumsi serta penepatan harga
·
Tidak
ada kebebabasan dalam berusaha karena hak milik perorangan atau swasta tidak
diakui
·
Seluruh
alat-alat produksi dikuasai oleh negara.
b.
Kebaikan sistem ekonomi terpusat
·
Pemerintah
dapat melakukan pengawasan dan pengendalian dengan mudah
·
Pemerintah
bertanggung jawab sepenuhnya terhadap seluruh kegiatan perekonomian.
·
Kemakmuran
masyarakat merata.
·
Terdapat
perencanaan pembangunan yang lebih cepat direalisasikan.
c.
Keburukan sistem ekonomi terpusat
·
Terdapat
penindasan daya kreasi masyarakat sehingga hampir semua inisiatif, inovasi
diprakarsai oleh pemerintah.
·
Terdapat
pasar gelap yang diakibatkan adanya pembatasan yang terlalu ketat oleh
pemerintah.
·
Masyarakat
tidak dijamin dalam memilih dan menentukan jenis pekerjaan serta memilih barang
konsumsi yang dikehendaki.
·
Pemerintah
bersifat paternalistis, artinya aturan ditetapkan oleh pemerintah seluruhnya
benar dan harus dipatuhi
3.
Sistem Ekonomi Liberal (Kapitalis) :
Sistem ekonomi liberal ialah sistem ekonomi berdasarkan kebebasan
seluas-luasnya bagi seluruh masyarakat dalam kegiatan perekonomian tanpa adanya
campur tangan daripada pemerintah. Suatu kondisi dalam mana pemerintah benar-benar
lepas tangan dalam pengambilan keputusan ekonomi dalam istilah ekonomi disebut
laissez-faire. Negara-negara penganut sistem ekonomi liberal antara lain:
Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Belgia, Irlandia, Swiss, Kanada, dan
Indonesia {yang|dengan} pernah menganut sistem ekonomi liberal pada tahun
1950-an.
a.
Ciri-ciri sistem ekonomi liberal
·
Swasta/masyarakat
diberikan banyak kebebasan dalam melakukan kegiatan perekonomian
·
Memiliki
kebebasan memiliki barang modal (barang kapital).
·
Dalam
melakukan tindakan ekonomi dilandasi atas semangat untuk mencari keuntungan
sendiri.
b.
Kebaikan sistem ekonomi liberal
·
Terdapat
persaingan yang mendorong kemajuan usaha.
·
Campur
tangan pemerintah dalam kegiatan perekonomian ekonomi kecil sehingga memberikan
kesempatan lebih luas bagi pihak swasta.
·
Produksi
berdasar pada permintaan pasar ataupun kebutuhan masyarakat.
·
Pengakuan
hak milik oleh negara, memberikan mansyarakat semangat dalam berusaha.
c.
Keburukan sistem ekonomi liberal
·
Adanya
praktik persaingan tidak sehat, yaitu penindasan bagi pihak lemah.
·
Dapat
menimbulkan monopoli yang merugikan masyarakat.
·
Timbulnya
praktik yang tidak jujur yang dengan berlandas
mengejar keuntungan sebesar-besarnya, sehingga kepentingan umum biasa
tidak diperhatikan atau dikesampingkan.
4.
Sistem Ekonomi Campuran : Sistem ekonomi campuran adalah suatu
sistem ekonomi yang di satu sisi pemerintah memberikan kebebasan kepada
masyarakat untuk berusaha melakukan kegiatan ekonomi, akan tetapi disisi lain
pemerintah memiliki campur tangan dalam perekonomian dengan tujuan menghindari
penguasaan secara penuh dari segolongan masyarakat pada sumber daya ekonomi.
a.
Ciri-ciri sistem ekonomi campuran
·
Adanya
pembatasan pihak swasta oleh negara pada bidang-bidang yang menguasai hajat
hiduporang banyak yang dikuasai oleh negara.
·
Terdapat
campur tangan pemerintah terhadap mekanisme pasar melalui berbagai kebijakan
ekonomi
·
Mekanisme
kegiatan perekonomian teradalah campur tangan pemerintah dengan berbagai
kebijakan ekonomi.
·
Hak
milik perorangan diakui, asalkan penggunaannya tidak merugikan kepentinga umum.
b.
Kebaikan sistem ekonomi campuran
·
Sektor
ekonomi dikuasai oleh pemerintah yang bertujuan untuk kepentingan masyarakat.
·
Hak
individu/swasta diakui dengan jelas.
·
Harga
lebih mudah untuk dikendalikan.
c.
Keburukan sistem ekonomi campuran
·
Peranan
pemerintah lebih berat dibandingkan dengan swasta.
·
Timbulnya
KKN (korupsi, kolusi, dan nepotisme) dalam pemerintah karena banyak
sektor-sektor produksi yang lebih menguntungkan pihak pemerintah sedangkan
sedikit sekali pengawasannya.
5.
Sistem Ekonomi Pancasila : Sistem ekonomi Pancasila adalah
sistem ekonomi yang didasari dari jiwa ideologi Pancasila yang dalamnya
terdapat makna demokrasi ekonomi yaitu kegiatan ekonomi berdasarkan usaha
bersama dengan asas kekeluargaan dan kegotong royongan dari, ole, dan untuk
rakyat dalam bimbingan dan pengawasan pemerintah. Ciri-Ciri Sistem Ekonomi
Pancasila, terdapat pada UUD 1945 Pasal 33, dan GBHN Bab III B No. 14. Berikut
ini ciri-ciri pokok sistem ekonomi Pancasila.
Ø Pasal 33 Setelah Amandemen 2002
ü Perekonomian disusun sebagai usaha
bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan.
ü Cabang-cabang produksi yang penting
bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
ü Bumi dan air dan kekayaan alam yang
terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk
sebesar-besar kemakmuran rakyat.
ü Perekonomian nasional diselenggarakan
berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi
berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan
menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional.
ü Ketentuan lebih lanjut mengenai
pelaksanaan pasal ini diatur dalam undang-undang.
Ø GBHN Bab III B No. 14
Pembangunan ekonomi yang didasarkan kepada demokrasi ekonomi
menentukan bahwa masyarakat harus memegang peranan aktif dalam kegiatan
pembangunan. Oleh karenanya maka pemerintah berkewajiban memberikan pengarahan
dan bimbingan terhadap pertumbuhan ekonomi serta menciptakan iklim yang sehat
bagi perkembangan dunia usaha; sebaliknya dunia usaha perlu memberikan
tanggapan terhadap pengarahan dan bimbingan serta penciptaan iklim tersebut
dengan kegiatan yang nyata.
Ø Faktor Penyebab Macam-Macam Sistem Ekonomi
Timbulnya beragam sistem ekonomi tersebut dalam suatu negaa
disebabkan karena beberapa faktor penyebab antara lain sebagai berikut :
ü Ada tidaknya campur tangan pemerintah
pada kegiatan ekonomi.
ü Terdapat pada sistem pemerintahan
yang dijalankan suatu negara
ü Kepemilikan negara terhadap
faktor-faktor produksi.
ü Sumber daya yang dimiliki dalam
negara tersebut.
b.
Sistem Politik
Dalam perspektif sistem, sistem politik adalah subsistem dari
sistem sosial. Perspektif atau pendekatan sistem melihat keseluruhan interaksi
yang ada dalam suatu sistem yakni suatu unit yang relatif terpisah dari
lingkungannya dan memiliki hubungan yang relatif tetap di antara elemen-elemen
pembentuknya. Kehidupan politik dari perspektif sistem bisa dilihat dari
berbagai sudut, misalnya dengan menekankan pada kelembagaan yang ada kita bisa
melihat pada struktur hubungan antara berbagai lembaga atau institusi pembentuk
sistem politik. Hubungan antara berbagai lembaga negara sebagai pusat kekuatan
politik misalnya merupakan satu aspek, sedangkan peranan partai politik dan
kelompok-kelompok penekan merupakan bagian lain dari suatu sistem politik.
Dengan mengubah sudut pandang maka sistem politik bisa dilihat sebagai
kebudayaan politik, lembaga-lembaga politik, dan perilaku politik.
Model sistem politik yang paling sederhana akan menguraikan
masukan (input) ke dalam sistem politik, yang mengubah melalui proses politik
menjadi keluaran (output). Dalam model ini masukan biasanya dikaitkan dengan
dukungan maupun tuntutan yang harus diolah oleh sistem politik lewat berbagai
keputusan dan pelayanan publik yang diberian oleh pemerintahan untuk bisa
menghasilkan kesejahteraan bagi rakyat. Dalam perspektif ini, maka efektifitas
sistem politik adalah kemampuannya untuk menciptakan kesejahteraan bagi rakyat.
Secara umum pengertian sistem politik adalah sebuah sistem
yang terdapat dalam suatu negara atau masyarakat yang telah memiliki badan
badan atau organisasi. Untuk mengetahui lebih jelas lagi tentang sistem
politik, baca ulasan pengertian sistem politik menurut para ahli di bawah ini.
Ø Pengertian Sistem Politik Menurut Para Ahli
1. Pengertian sistem politik menurut Samuel P. Huntington bahwa sistem politik terbagi atas 5
definisi sesuai dengan komponen yang dimilikinya yaitu :
ü Sistem politik sebagai Budaya
(kultur) , yaitu nilai-nilai (values), sikap sikap (attitudes), orientasi
(orientation), mitos (myths) dan kepercayaan (beliefs) yang relevan terhadap
poltik dan yang berpengaruh dalam masyarakat.
ü Sistem politik sebagai struktur,
yaitu organisasi formal dalam masyarakat di mana digunakan untuk menjalankan
keputusan keputusan yang berwenang seperti misalnya partai politik, badan
perwakilan rakyat, eksekutif dan birokrasi.
ü Sistem politik sebagai Kelompok (The
political system as a group) yaitu bentuk bentuk sosial dan ekonomi baik yang
formal ataupun nonformal, yang berpartisipasi dalam politik yang mengajukan
tuntutan tuntutan terhadap struktur struktur politik.
ü Sistem politik sebagai kepemimpinan
(The political system as leadership) bahwa individu dalam lembaga lembaga
politik dan kelompok kelompok politik yang menjalankan pengaruh lebih daripada
lainnya dalam memberikan alokasi nilai nilai.
ü Sistem politik sebagai kebijakan
bahwa pola pola kegiatan pemerintahan yang secara sadar terbentuk untuk
mempengaruhi distribusi keuntungan dalam masyarakat.
2. Pengertian sistem politik menurut Robert Dahl bahwa sistem politik adalah suatu
pola yang tetap dari hubungan manusia yang melibatkan makna yang luas dari
kekuasaan, aturan aturan dan kewenangan.
3. Pengertian sistem politik berdasarkan Sri Soemantri bahwa sistem politik adalah
pelembagaan dari hubungan antara manusia yang dilembagakan dalam bermacam macam
badan politik, baik suprastruktur poliik dan infrastruktur politik. Suprastruktur politik adalah lembaga lembaga
negara yang bersangkutan, yang pada umumnya berupa lembaga legislatif dengan
kekuasaan legislatif (the legislature with legislative power), lembaga
eksekutif dengan kekuasaan eksekutif (the executive with the executive power)
serta lembaga yudisiil dengan kekuasaan yudikatif (judiciary with judicial
powers). Pengertian infrastruktur politik adalah suatu negara pada umumnya
memiliki 5 komponen yaitu partai politik, kelompok, kepentingan (interest
group), kelompok penekan (pressure group), alat komunikasi politik (media of
political communication), dan tokoh politik (political figure).
4. Pengertian sistem politik menurut David Easton bahwa sistem politik adalah sebuah
sistem yang terdiri dari alokasi nilai nilai dan pengalokasian nilai nilai yang
ada bersifat paksaan serta mengikat masyarakat secara keseluruhan. Davin Easton
menambahkan bahwa sistem politik dapat dikenali sebagai sebuah interaksi yang
diabstraksikan dari seluruh tingkatan sosial, melalu makna nilai nilai
dialokasikan secara otoritatif kepada masyarakat.
5. Pengertian sistem politik Menurut Gambriel Almond bahwa sistem politik adalah sebuah
sistem interaksi yang dapat ditemukan dalam masyarakat merdeka (The political
system is a system of interaction that can be found in a free society), yang
menjalankan fungsi integrasi dan adaptasi. Fungsi integrasi yang dijalankan
oleh sistem politik untuk mencapai kesatuan dan persatuan dalam masyarakat yang
bersangkutan. sedangkan fungsi adaptasi adalah sebuah fungsi penyesuaian
terhadap lingkungan.
6. Pengertian Sistem politik menurut Rusadi Sumintapura bahwa sistem politik adalah
mekanisme seperangkat fungsi atau peranan dalam struktur politik dalam hubungan
satu sama lain yang menunjukkan suatu proses yang langgeng.
7. Pengertian sistem politik menurut Sukarna bahwa sistem politik adalah suatu
tata cara untuk mengatur atau mengelola bagaimana memperoleh kekuasaan dalam
negara, mempertahankan kedudukan kekuasaan dalam negara, mengatur hubungan
pemerintah dengan rakyat atau sebaliknya dan mengatur hubungan negara dengan
negara, atau dengan rakyatnya atau dengan cara singkat dapat dikatakan bahwa
sistem politik adalah tata cara mengatur negara.
Ø Istilah-Istilah dalam Konsep Sistem Politik
ü Proses Sistem Politik : Proses adalah pola-pola tingkah laku (sosial dan politik) yang dibuat
oleh manusia yang bertujuan mengatur hubungan antara satu sama lain. Dalam
suatu negara, lembaga-lembaga seperti parlemen, partai, birokrasi, sekalipun
sudah ada yang memiliki kehidupan sendiri yang sebenarnya merupakan proses dari
pola-pola ulangannya yang sudah mantap dan mencerminkan struktur.
ü Struktur Sistem Politik : Struktur adalah
mencakup pada lembaga-lembaga formal dan juga informal, misalnya parlemen,
kepala negara, jaringan komunikasi, kelompok kepentingan, dan sebagainya.
ü Fungsi Sistem Politik : Fungsi adalah membuat keputusan-keputusan, policy (kebijakan) dengan
mengikat mengenai alokasi dari nilai-nilai yang sifatnya material yang
mengarahkan pada tercapainya tujuan-tujuan masyarakat.
Sistem politik memiliki 4 variabel yaitu sebagai berikut :
a.
Kekuasaan,
sebagai cara dalam mencapai keinginannya seperti membagi sumber-sumber di
antara setiap kelompok dalam masyarakat.
b.
Kepentingan,
yaitu tujuan-tujuan yang dikejar oleh pelaku-pelaku atau kelompok dalam politik
c.
Kebijakan,
adalah hasil dari interaksi antara kekuasaan dan kepentingan, yang biasanya
dalam bentuk perundang-undangan.
d.
Budaya
politik, adalah orientasi dari subjektif individu dalam sistem politik.
Ø Ciri-Ciri Sistem Politik
Menurut Gabriel A.
Almond sistem polit memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
a. Semua sistem politik termasuk yang
paling sederhana mempunyai kebudayaan politik. Dalam pengertian bahwa
masyarakat yang paling sederhanapun mempunyai sistem politik yang terdapat
dalam masyarakat yang apaling fleksibel sekalipun.
b. Semua sistem politik menjalankan
fungsi-fungsi yang sama walaupun tingkatanya berbeda-beda yang ditimbulkan
karena perbedaan struktur.
c. Semua struktur politik baik pada
masyarakat yang primitif maupun modern melaksanakan banyak fungsi.
d. Semua sistem politik adalah sistem
campuran dalam pengertian kebudayaan. Secara rasional tidak ada struktur dan
kebudayaan yang semuanya modern atau primitif, melainkan dalam pengertian
kebudayaan, semuanya campuran antara unsur modern dan unsur tradisional.
Ø Komponen Sisitem Politik
Menurut Samuel P.Huntingon komponen sistem politik meliputi:
a. kultur, yaitu nilai-nilai, sikap,
orientasi, mitos dan kepercayaan yang relevan terhadap politik yang berpenagruh
terhadap masyarakat
b. struktur, yaitu organisasi formal
dalam masyarakat yang digunakan untuk menjalankan keputusan-keputusan yang
berwenang.
c. kelompok, yaitu bentuk-bentk social
dan ekonomi, baik formal maupun nonformal, yang berpartisipasi dalam mengajukan
tuntutan-tuntutan terhadap struktur politik
d. kepemimpinan, yaitu individu dalam
lembaga-lembaga politik dan kelompok-kelompok politik yang menjalankan pengaruh
lebih daripada yang lainnya dalam memberikan alokasi nilai-nilai
e. kebijakan, yaitu pola-pola kegiatan
pemerintahan yang secara sadar terbentuk untuk mempengaruhi distribusi
keuntungan dalam masyarakat
C. Kapitalisme dan Sosialisme
1.
Kapitalisme
Kapitalisme atau Kapital adalah sistem ekonomi di mana
perdagangan, industri dan alat-alat produksi dikendalikan oleh pemilik swasta
dengan tujuan membuat keuntungan dalam ekonomi pasar. Pemilik modal bisa
melakukan usahanya untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya. Demi prinsip
tersebut, maka pemerintah tidak dapat melakukan intervensi pasar guna
keuntungan bersama, tapi intervensi pemerintah dilakukan secara besar-besaran
untuk kepentingan-kepentingan pribadi.
Istilah kapitalisme, dalam arti modern, sering dikaitkan
dengan Karl Marx. Dalam magnum opus Das Kapital, Marx menulis tentang
"cara produksi kapitalis" dengan menggunakan metode pemahaman yang
sekarang dikenal sebagai Marxisme. Namun, sementara Marx jarang menggunakan
istilah "kapitalisme", namun digunakan dua kali dalam interpretasi
karyanya yang lebih politik, terutama ditulis oleh kolaborator Friedrich
Engels. Pada abad ke-20 pembela sistem kapitalis sering menggantikan kapitalisme
jangka panjang dengan frase seperti perusahaan bebas dan perusahaan swasta dan
diganti dengan kapitalis rente dan investor sebagai reaksi terhadap konotasi
negatif yang terkait dengan kapitalisme.
Ø Sistem Ekonomi Kapitalis
Sistem ekonomi kapitalis dikenal juga sebagai sistem ekonomi
liberal. Sistem ekonomi kapitalis merupakan suatu sistem ekonomi yang
menghendaki kebebasan yang seluas-luasnya bagi setiap individu untuk melakukan
tindakan ekonomi tanpa campur tangan dari pemerintah. Kondisi ini benar-benar
tidak memerlukan campur tangan pemerintah atau dengan kata lain, pemerintah
akan benar-benar lepas tangan terhadap pengambilan keputusan ekonomi.
Sistem ekonomi ini pernah dianut Indonesia di tahun 1950-an
sebelum akhirnya diganti dengan sistem ekonomi Pancasila. Negara lainnya yang
menganut sistem ekonomi kapitalis antara lain: Amerika Serikat, Kanada,
Inggris, Perancis, Belgia, Irlandia, dan Swiss.
Ø Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Kapitalis
1.
Diakuinya
kebebasan pihak swasta/masyarakat untuk melakukan tindakan-tindakan ekonomi.
2.
Diakuinya
kebebasan memiliki barang modal (barang kapital).
3.
Dalam
melakukan tindakan ekonomi dilandasi semangat untuk mencari keuntungan sendiri.
4.
Sebagai
suatu sistem ekonomi, ekonomi kapitalis tentunya memiliki juga kelebihan dan
kekurangan. Berikut ini kelebihan dan kekurangannya :
Ø Kelebihan Sistem Ekonomi Kapitalis
1.
Adanya
persaingan sehingga mendorong kemajuan usaha.
2.
Campur
tangan pemerintah dalam bidang ekonomi kecil sehingga mendorong kesempatan
lebih luas bagi pihak swasta.
3.
Produksi
didasarkan pada permintaan pasar atau kebutuhan masyarakat.
4.
Pengakuan
hak milik oleh negara mendorong semangat usaha masyarakat.
Ø Kekurangan Sistem Ekonomi Kapitalis
1.
Adanya
praktik persaingan tidak sehat, yaitu penindasan pihak yang lemah.
2.
Persaingan
tidak sehat dapat menimbulkan monopoli yang merugikan masyarakat.
3.
Timbulnya
praktik yang tidak jujur yang didasari mengejar keuntungan yang
sebesar-besarnya, sehingga hal ini telah menyampingkan kepentingan umum.
2.
Sosialisme
Sosialisme atau sosialis adalah sistem sosial dan ekonomi
yang ditandai dengan kepemilikan sosial dari alat-alat produksi dan manajemen
koperasi ekonomi, serta teori politik dan gerakan yang mengarah pada pembentukan
sistem tersebut. "Kepemilikan sosial" bisa merujuk ke koperasi,
kepemilikan umum, kepemilikan negara, kepemilikan warga ekuitas, atau kombinasi
dari semuanya. Ada banyak jenis sosialisme dan tidak ada definisi tunggal
secara enskapitulasi dari mereka semua Mereka berbeda dalam jenis kepemilikan
sosial yang mereka ajukan, sejauh mana mereka bergantung pada pasar atau
perencanaan, bagaimana manajemen harus diselenggarakan dalam lembaga-lembaga
yang produktif, dan peran negara dalam membangun sosialisme.
Istilah ini mulai digunakan sejak awal abad ke-19. Dalam
bahasa Inggris, istilah ini digunakan pertama kali untuk menyebut pengikut
Robert Owen pada tahun 1827. Di Perancis, istilah ini mengacu pada para
pengikut doktrin Saint-Simon pada tahun 1832 yang dipopulerkan oleh Pierre
Leroux dan J. Regnaud dalam l'Encyclopédie Nouvelle. Penggunaan istilah
sosialisme sering digunakan dalam berbagai konteks yang berbeda-beda oleh
berbagai kelompok, tetapi hampir semua sepakat bahwa istilah ini berawal dari
pergolakan kaum buruh industri dan buruh tani pada abad ke-19 hingga awal abad
ke-20 berdasarkan prinsip solidaritas dan memperjuangkan masyarakat egalitarian
yang dengan sistem ekonomi menurut mereka dapat melayani masyarakat banyak
daripada hanya segelintir elite.
Ø Sistem Ekonomi Sosialis
Sistem ekonomi sosialis dikenal juga dengan sistem ekonomi
terpusat. Sistem ekonomi sosialis merupakan suatu sistem ekonomi di mana
pemerintah memegang peranan paling penting atau dominan dalam pengaturan
kegiatan ekonomi. Dominasi yang dilakukan pemerintah itu dapat berupa
pembatasan-pembatasan terhadap kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh anggota
masyarakat. Negara-negara yang menganut sistem ekonomi ini antara lain, China,
Rusia, serta beberapa negara di Eropa Timur yang merupakan bekas jajahan Rusia.
Ø Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Sosialis
1.
Kegiatan
perekonomian dari produksi, distribusi, dan konsumsi serta harga ditetapkan
pemerintah dengan peraturan negara.
2.
Hak
milik perorangan atau swasta tidak diakui, sehingga kebebasan individu dalam
berusaha tidak ada.
3.
Alat-alat
produksi dikuasai oleh negara.
4.
Sebagai
suatu sistem ekonomi, ekonomi sosialis tentunya memiliki juga kelebihan dan
kekurangan. Berikut ini kelebihan dan kekurangannya :
Ø Kelebihan Sistem Ekonomi Sosialis
1.
Pemerintah
lebih mudah dalam mengadakan pengawasan dan pengendalian.
2.
Pemerintah
bertanggung jawab sepenuhnya terhadap seluruh kegiatan ekonomi.
3.
Kemakmuran
masyarakat merata.
4.
Perencanaan
pembangunan lebih cepat direalisasikan.
Ø Kekurangan Sistem Ekonomi Sosialis
1.
Adanya
pemasungan daya kreasi masyarakat sehingga hampir semua inisiatif, inovasi
diprakarsai oleh pemerintah.
2.
Adanya
pasar gelap yang diakibatkan adanya pembatasan yang terlalu ketat oleh pemerintah.
3.
Anggota
masyarakat tidak dijamin untuk memilih dan menentukan jenis pekerjaan serta
memilih barang konsumsi yang dikehendaki.
4.
Pemerintah
bersifat paternalistis, artinya apa yang telah diatur/ditetapkan oleh
pemerintah adalah benar dan harus dipatuhi.
D. Persaingan Terkendali
Berdasarkan sistem pemilikan sumber daya ekonomi atau
faktor-faktor produksi, tak terdapat alasan untuk menyatakan bahwa sistem
ekonomi kita adalah kapitalistik. Indonesia mengakui pemilikan individual atas
faktor-faktor produksi; kecuali untuk sumber daya yang menguasai hajat hidup
orang banyak dikuasai oleh negara. Jadi secara konstitusional, sistem ekonomi indonesia
bukan kapitalisme dan bukan pula sosialisme.
Sehubungan dengan persaingan antar badan-usaha, tidak
terdapat rintangan bagi suatu perusahaan untuk memasuki bidang usaha tertentu.
Namun untuk menghindari persaingan tak sehat dalam pasar barang tententu yang
sudah jenuh, pemerintah mengendalikannya dengan membuka prioritas-prioritas
bidang usaha.
Jadi pada kesimpulannya, bahwa iklim persaingan berekonomi
dan kompetisi berbisnis di indonesia bukanlah persaingan yang bebas-lepas,
melainkan persaingan yang terencana-terkendali.
Untuk mengetahui sistem ekonomi yang dianut oleh suatu
negara, maka perlu dianalisis kandungan faktor-faktor tersebut diatas.
Ø Sistem ekonomi Indonesia (sistem persaingan terkendali)
1.
Bukan
kapitalis dan bukan sosialis. Indoensia mengakui kepemilikan individu terhadap
sumber ekonomi, kecuali sumber ekonomi yang menguasai hajat hidup orang banyak
dikuasai oleh negara sesuai dengan UUD 45.
2.
Pengakuan
terhadap kompetisi antar individu dalam meningkatkan taraf hidup dan antar
badan usaha untuk mencari keuntungan, tapi pemerintah juga mengatur bidang
pendidikan, ketenagakerjaan, persaingan, dan membuka prioritas usaha.
3.
Pengakuan
terhadap penerimaan imbalan oleh individu
atas prestasi kerja dan badan usaha dalam mencari keuntungan. Pemerintah
mengatur upah kerja minimum dan hukum perburuhan.
4.
Pengelolaan
ekonomi tidak sepenuhnya percaya kepada pasar. Pemerintah juga bermain dalam
perekonomian melalui BUMN dan BUMD serta departemen teknis untuk membantu
meningkatkan kemampuan wirausahawan (UKM) dan membantu permodalan.
E. Kadar Kapitalisme dan Kadar Sosialisme
Unsur-unsur kapitalisme dan sosialisme jelas terkandung dalam
pengorganisasian ekonomi Indonesia. Untuk melihat seberapa tebal kadar
masing-masing “isme” ini mewarnai perekonomian, seseorang bisa melihatnya dari
dua pendekatan. Pertama adalah dengan pendekatan faktual structural, yakni
menelaah peranan pemerintah atau negara dalam struktur perekonomian. Kedua
adalah pendekatan sejarah , yakni dengan menelusuri bagaimana perekonomian
bangsa diorganisasikan dari waktu ke waktu.
Untuk mengukur kadar keterlibatan pemerintah dalam
perekonomian dengan pendekatan faktualstruktural, dapat digunakan kesamaan agregat
Keynesian yang berumuskan :
Y = C + I + G + (X – M) Keterangan: Y = pendapatan nasional
C
= konsumsi masyarakat
I = investasi
G =
pengeluaran pemerintah
X = ekspor
M = impor
Dengan formula ini berarti produk atau pendapatan nasional
dirinci menurut penggunanaan atau sector pelakunya. Kesamaan ini merupakan
rumus untuk menghitung pendapatan nasional dengan pendekatan pengeluaran.
Variable C melambangkan konsumsi masyarakat, mewakili sektor orang perorangan
atau rumah tangga.variabel I melambangkan pengeluaran investasi
perusahaan-perusahaan, mewakili sektor usaha swasta. Sektor pemerintah diwakili
oleh variable G yang melambangkan pengeluaran konsumsi pemerintah. Adapun X dan
M masing-masing melambangkan ekspor dan impor, mewakili sektor perdagangan luar
negeri negara yang bersangkutan.
Sistem ekonomi campuran dengan persaingan terkendali, agaknya
merupakan sistem ekonomi yang tepat untuk mengelola perekonomian indonesia.
Walaupun demikian, akhir-akhir ini kita dapat menyaksikan dan merasakan betapa
perekonomian Indonesia semakin bersifat liberal dan kapitalistik. Terdapat
cukup bukti untuk menunjukan kadar kapitalisme yang semakin tebal.
Derasnya arus globalisasi bersamaan dengan bubarnya sejumlah
negara komunis utama yang bersistem ekonomi sosialisme, telah menggiring
Indonesia terseret arus kapitalisme. Apakah bangsa dan masyarakat kita pada
akhirnya akan dapat menerima sistem ekonomi kapitalisme yang kian menggejala
sekarang ini, sejarahlah kelak yang akan menjawabnya.
Sumber-Sumber :
Langganan:
Postingan (Atom)